First Wire Change

Dua minggu yang lalu, digantilah kawat gigi bagian atas dari NiTi yang tipis dan elastis menjadi kawat yang lebih tebal (entah apa materialnya). Selama ini pakai kawat gigi itu nggak begitu sakit ya, sampai bingung koq ga sakit-sakit ya, hehe. Ternyata pas ganti kawat jadi yang tebal ini, olala sakit donk, sampai sekitar 3 hari-an nyeri dan nggak bisa makan dengan leluasa; setiap ngunyah, sambil menahan sakit, huhu.

Untung sekarang sudah berlalu :). Dan kabar baiknya, gigi gw langsung jadi rata, dengan perubahan yang drastis! Ini perbandingan dari April 2017 (5 bulan) ke Juni 2017 (7 bulan).

April 2017 vs Juni 2017

April 2017 vs Juni 2017

Sesuatu banget ini perubahan gigi gw, amazing! Gigi gw yang tadinya tonggos, jadi bisa ditarik ke dalam. Dan gw juga notice, gigi depan gw ini terlihat lebih kecil, karena memang di-stripping (IPR) pinggir-pinggirnya untuk bisa mendapatkan ruang untuk semua gigi. Selain gigi depan, gigi yang lain juga ada lho yang distripping. Tau nggak yang mana, kalo nggak tau bagus d, berarti alami banget hasil stripping dental-nya. 🙂

Dokter ortodonsi gw juga sangat happy melihat perkembangan gigi gw, dia bangga dengan “hasil karya”-nya dia kali ya, hehe.

Dan kadang-kadang gw lupa betapa berantakannya gigi gw dulu, hihi. Jadi disini gw tampilkan perubahan dari Nov 2016 (2 minggu) dan Juni 2017 (7 bulan). Keren yak perubahannya, hahaha. Magic banget ini behel. 😀

Nov 2016 vs Juni 2017

Nov 2016 vs Juni 2017

Sangat-sangat worth it ini pakai kawat gigi, tau gitu dari dulu!  Happy braces! 🙂

IPR dan Karet Elastic

Nggak kerasa udah hampir lima bulan ber-behel ria! Dan berhubung gw males update :P, jadi dua ‘tema besar’ selama 3 bulan terakhir dijadikan satu : IPR (Interproximal Reduction) dan Karet Elastik.

Interproximal Reduction (IPR)

Apa itu IPR? IPR adalah pengurangan enamel gigi untuk mengurangi kerapatan (crowding) gigi dan memperbaiki kontak antar gigi. Dalam kasus gw, IPR dibutuhkan karena tidak ada gigi gw yang dicabut (hore!), tapi di sisi lain tetap dibutuhkan ruang tambahan menggunakan IPR.

IPR bisa mendapatkan sekitar 0.5mm sampai 0.75mm dari setiap sisi gigi. Selain itu, gigi depan gw (incisor) itu bentuknya menyerupai segitiga sehingga kontak antar gigi kurang rapat (ada celah). Gigi tersebut butuh dipotong/dikikir sedikit dengan IPR supaya kontak antar gigi lebih baik.

Yang bikin horor, waktu janjian dengan dokter itu gw happy2 aja, kirain cuma ganti kawat, karet, senang2 lah… Eh ternyata lihat alat semacam kikir kuku, yang adalah dental strip (!). Dan kemudian si dental strip dipasang di gagang, siap untuk memotong gigi, hiks. Prosedur IPR itu sangat membuat ngilu, terutama suara dan getarannya. Aduuuhh, gak lagi lagi d!! Kapok!

Penampakannya kira-kira seperti di bawah ini, ini gambarnya diambil dari internet, ini bukan gw ya. 🙂

2-Ortho-Strips-Opener-Dr.-Garino-Torino-Italy3-1024x681

IPR menggunakan dental strip

Gw berharap kalian yang akan menjalani proses ortodonsia, tidak perlu menjalani IPR. Tapi kalo kalian sial seperti gw, haha, yah seengganya kalian tahu apa itu IPR..

Karet Elastik

Karet elastik antar lengkung gigi berfungsi untuk memperbaiki gigitan (bite). Gw mendapatkan karet elastik setelah 4 bulan. Ini karet elastik yang gw dapet, gambar Parrot (burung kakatua).

20170414_191230

Karet Elastik Parrot

Karet ini dipakainya antar lengkung gigi, dalam kasus gw seperti ini.

20170410_135427

Karet Gigi

Nggak sakit sama sekali, cuma awal2 15 menit pertama aja berasa ketarik, berikutnya lupa sudah, hehe. Kata ibu teknisi gigi, karet ini dipakainya setiap saat kecuali pas makan dan pas tidur, cuma gw pake-pake aja pas tidur, ceritanya biar giginya cepat rapi, hihi.

Satu lagi, pernah gw kelupaan lepas karet gigi pas makan, alhasil karetnya ketelan. Ketelan, saudara-saudara, horor kan, gimana kabar itu karet dalam perut gw??? Untung gw google, ternyata aman-aman aja, dan gw bukan orang pertama yang nelen karet, haha. #bahagia

Begini penampakan gigi gw perbandingan 2.5 bulan vs 5 bulan.

 

Perbandingan 2.5 bulan vs 5 bulan.png

2.5 bulan vs 5 bulan

Ketika 2.5 bulan, gigi depan yang ditandai garis hijau belum diikutkan dalam kawat behel, gigi tersebut letaknya di belakang banget jadi susah diikutkan waktu itu. Kemudian, dengan kekuatan bulan, dokter gigi gw berhasil mengikutkan gigi tersebut. Jadilah gigi itu bisa ikutan rapi lurus seperti penampakan 5 bulan.

Kesimpulan sejauh ini, pakai behel worth it banget,  nggak nyesel sama sekali. Kalaupun ada yang nyesel, mikirnya kenapa nggak dari dulu ya gw pasang behel 😉

 

 

 

 

To marry or not to marry

I am Indonesian, and whether I want it or not, Indonesian perspective colored my vision. And perhaps because Indonesia with its huge population (240 million and growing), and 5.1 average birth rate per woman (now at 2.3 approx.), not to mention the famous Javanese philosophy “the more child you have the more fortune you will earn” , getting married and having babies are deeply ingrained in every Indonesian mind.

Indonesian perspective to get married/have baby is so ingrained that sometimes people do not question, and simply “follow the society rule”. Does getting married/having baby will make you happy? Because many times happiness is a state of mind, if you are unhappy being single, most likely you will be unhappy being in relationship/married. Also, one needs to be perfectly aware of the rationale of getting married and the consequences that one will take. Don’t get married/have children just because of society/your parents/your aunts asked, but do it because you want it. Because it is you who will face the marriage anyway, right? 🙂 And some Indonesians do resist the marriage pressure, like this one.

Things got interesting the time I land my feet on Europe (Barcelona). Europe with its “living together commitment equals marriage”, “married at early 20 is too young, you need to enjoy your life beforehand”, “married/having children = not being able to enjoy life anymore” and “women can be perfecty happy without men/babies etc”. The logical result is this low birthrate from Europeans.

Both perspectives are different, which one is better? In economy principle you need to consider all options along with its cost and benefits. Every person is unique, anyone can choose which suits them better. Anyone can be living happily single, child free and traveling the whole world, while others can be happily getting married as young as 24 years old and creating different cakes for their children (or puppies!).

And most importantly, never judge other people for the option that they take that does not correspond with our choice. I believe choosing what you want to do with your life is sacred and a basic human right. Choose well and respect others’ choice. 🙂

Perkembangan gigi terlihat :)

Sesudah behel dipasang hobi gw bertambah: ngaca untuk mengecek perkembangan behel setiap bangun pagi. Sayangnya, ngga ada perubahan berarti,hiks. Jadi akhirnya gw lepaskan hobi baru gw

Tapi ternyata oh ternyata, seminggu yang lalu gw berhasil perkembangan gigi gw, yeay! 😀

minggu-1-bulan-2

Perubahan gigi di bulan kedua

Jadi gigi depan gw yang tadinya agak tonggos, jadi agak kurang tonggos, ga kaya kelinci lagi d gw (walopun kelinci yg imut *wink*). Dua gigi depan  (insisivus lateralis) pelan-pelan keluar dari persembunyainnya, dan agak maju jadi selevel dengan gigi seri tengah. Sementara gigi seri tengah gw kayanya agak mundur, atau itu perasaan gw doank ya. 😛

Ohya gigi yang bawah juga ada perubahan lho, kalo dilihat gigi yang ada garis bawah merah, dia udah maju ke depan dan meratakan diri dengan teman-temannya (entah kapan dia majunya). Gigi premolar pertama (garis bawah hijau) tadinya mau dicabut (makanya nggak dikasih bracket), tapi kemudian nggak jadi dicabut (hore!) dan sekarang diikutsertakan dalam behel.

Perubahan lain adalah lengkung gigi gw bertambah lebar jadi kalau senyum kelihatan banyak banget giginya, sampe mikir, “Ini gigi gw banyak amat ya.”, haha. Gara-gara selama ini giginya ketutupan, jadi ga gitu keliatan banyak.

Buat teman-teman yang masih mikir-mikr mau pakai behel atau engga, takut ini itu, saran gw si pasang aja! Ternyata nggak sesakit dan nggak setidak nyaman yang gw pikirkan :). Kalau budget udah ada, maju terus pantang mundur d. Happy braces!

 

 

 

Aktivitas Sosial dengan Behel

Beberapa orang mungkin bertanya-tanya ya, apakah memakai behel mempengaruhi aktivitas sosial, misalnya ketemu temen, makan-makan dll. Well, jawabannya, bisa iya bisa enggak, tergantung gimana menyikapinya.

Dont’s

Pakai behel itu gigi nggak bisa menggigit dan menyobek makanan, jadi makanan-makanan seperti pizza, roti isi baguette, hamburger harus dipotong dulu pakai pisau makan. Daging yang keras-keras kaya ribs begitu juga gigi sakit untuk dipaksa makan itu.

Yang manis, keras lengket kaya permen, nougat, dodol, permen coklat, permen chewy, itu (sayangnya) ga bisa.

Do’s

Selain itu, makanan yang lembut-lembut kaya sushi, nasi, salmon, seafood, kentang, ubi, pasta bolognesa, lasagna semua bisa dimakan, hore! 🙂 Contohnya hari kedua pakai behel gw keluar makan sushi, nasi, mie, semua bisa dimakan, aman  :).

20161118_192022

Sushi, nasi, mie, nyam! 🙂

Makanan keras kaya kerupuk dan keripik masih bisa dimakan, tapi mesti dipotong kecil, dan ditaruh langsung ke geraham. Ini ‘teknik’ tingkat tinggi, jadi kalau mau aman mendingan dihindari dulu minggu pertama.

Kekurangan pakai behel dalam aktivitas sosial adalah makanan gampang nyelip (!) di sela-sela behel, huhu. Jadi kemana-mana gw bawa Oral Irrigator/Water Flosser sekarang.

Apa itu Oral Irrigator?  Ini kata WIkipedia:

An oral irrigator (also called a dental water jet) is a home dental care device that uses a stream of pulsating water to remove plaque and food debris between teeth and below the gumline, and improve gingival health.

Intinya semacam alat untuk membersihkan gigi dan gusi menggunakan air bertekanan. Alat ini, adalah penyelamat dunia, hehe, soalnya oke banget dalam membersihkan gigi. Setiap kali pakai ini, sisa-sisa makanan yang tersembunyi di sela-sela behel bisa keluar dan gigi berbehel bersih d. 🙂

Merk yang paling terkenal namanya Waterpik, tapi berhubung gw gak rela bayar mahal, jadi gw ambil merk yang lebih murah dan paling penting: portable! Inilah merk yang gw beli: Broadcare, merknya si ngga terkenal ya bok, tapi berfungsi dengan baik :).

20161119_202951-1

Oral Irrigator Broadcare

Kalau untuk minum, kalau minum sesuatu yang berwarna misal wine, kopi, usahakan minum air putih, kumur-kumur air putih sesudahnya. Behel Damon Clear yang gw pakai sejauh ini nggak ternoda si (atau gw aja yg nggak merhatiin :P), jadi minum apapun masih oke. Minum softdrink sebisa mungkin dibatasi, karena softdrink bersifat asam , sama jus jeruk juga asam, jadi kalau kebanyakan bisa mengikis enamel gigi. Minuman apa donk yang basa? Susu itu basa, mengandung kalsium lagi jadi bagus untuk gigi :), minum air putih sehabis minum yang asam juga oke untuk menetralkan pH mulut.

Ok, gitu dulu dari gw, ananti kalau ada postingan menarik atau ada perubahan yang drasti dari gigi gw, akan gw lanjutkan. Thanks for reading, happy braces. 🙂

Behel Minggu 1

Empat hari yang lalu, gw ke dokter gigi spesialis ortodoncia untuk pemasangan behel gigi Damon Clear bagian atas. Seperti dijanjikan dalam post sebelumnya, gw akan update sedikit pengalaman memakai kawat gigi. 🙂

Pemasangan behel

Pemasangan behel atas ini dilakukan oleh teknisi ortodoncia dengan durasi kira-kira 1.5 jam. Kita akan dipakaikan semacam penyangga mulut supaya mulut tetap terbuka. Kemudian gigi dibersihkan dengan sikat gigi yang ada butirannya untuk memoles gigi, ngga sakit. Proses berikutnya memasang lem ke gigi dan satu demi satu memasang behel ke setiap gigi, ngga sakit juga, aman. 🙂

Sehabis memakai behel

Ketika pemasangan behel itu banyak benda yang dimasukkan ke mulut: alat penghisap saliva, penyangga mulut, behel, dan ada juga senter untuk meyinari behel (membantu lem behel cepat kering). Nah sesudah behel dipasang dan penyangga mulut dilepas, gw pikir masih ada benda yang dipasang ketinggalan di mulut, karena mulut gw berasa kaya ada benda aneh! 😛

Benda aneh itu ternyata adalah behel gw, yang berasa astaga besar banget!! Berasa kaya pakai mouthguard yg bwt petinju, sampe-sampe susah mengatupkan bibir (begini ternyata rasanya jadi petinju).

Walaupun setelah ngaca, behel itu sepintas nggak kelihatan! Begini kira-kira bentuk behel pada hari pertama, nggak kelihatan kan, keren! Dari segi penampakan, gw sukaa banget behel Damon Clear ini. Selain itu, sama sekali ngga sakit, cuma aneh aja rasanya karena berasa ada lapisan gigi kedua alias behel ini. Ini juga menyenangkan sekali, karena selama ini citra ‘behel’ adalah sakit, sejauh ini (4 hari), pakai behel Damon Clear ngga sakit tuh (I do not complain, though! 😛 ).

foto-gigi-hari-1

Foto gigi hari-1

Walaupun ada kekurangannya juga, kekurangan hari pertama adalah: susah mingkep/menutup bibir, hihi, jadi pas malam-malam mulutnya kebuka #ups, dan tenggorokan jadi kering, jadi gampang haus. Untung menanggulangi itu, besokannya gw sedia air dalam botol sebelah tempat tidur, jadi setiap haus langsung minum air aja ;). Hari kedua dan seterusnya sudah terbiasa dengan behel juga si jadi bisa menutup bibir dengan nyaman.

Dua hari sesudah pemasangan behel gw ketemu dengan dokter spesialis ortodoncia-nya, dan dia bilang gw kemungkinan nggak harus mencabut 3 gigi dalam proses perapian gigi ini, karena dia akan berusaha memperlebar lengkung gigi ke samping, instead of ke depan! Seneng banget mendengarnya, semoga bisa terselamatkan itu 3 gigi tak berdosa :P. Jadinya gigi geraham kecil pun dipasangkan behel juga karena mereka juga akan berpartisipasi dalam perapian gigi. Oh semoga si dokter ortodoncia bisa memperlebar lengkung gigi gw sehingga ada ruang cukup untuk semua gigi, hore 🙂

Di post berikutnya akan gw bahas tentang bagaimana kehidupan dengan behel dan perlengkapan-perlengkapan yang penting untuk membuat hidup ber-behel lebih nyaman. Happy braces! 🙂

 

 

 

 

 

  • Bagaimana merawat gigi yang berbehel?

Ada Apa Dengan Gigi

Menurut pendapat gw, tingkat kecantikan gw adalah tengah2, alias ga cakep banget juga ga jelek banget, sampai suatu hari salah satu temen  gw bilang kalo gw sebenernya oke, kecuali satu: GIGI! Serasa mau copot jantung gw, Ada Apa Dengan Gigi (AADG)???

Sejak saat itu, semua terasa berbeda; mau senyum salah, mau ketawa salah, nyengir pun serasa tak mampu #apasih. Keadaan bertambah buruk ketika cowok gw saat itu (sekarang suami, su-a-mi, what a new word!) mengusulkan untuk pakai behel.

Behel? Olala, takut mahal (hehe), takut sakit, takut dicabut giginya, makk… Karena isu takutnya banyak, kita mulai dengan isu pertama: takut mahal.

Berhubung di Barcelona gw kerja di perusahaan kecil/startup, dan asuransi pekerjanya ‘hanya’ menggunakan sistem kesehatan publik yang tidak menanggung perawatan ortodoncia, jadilah gw mencari cara untuk mendapatkan harga yang lebih murah terjangkau. Yang gw lakukan adalah gw membeli asuransi gigi, setelah membanding2kan satu dan lainnya, gw berkeputusan membeli asuransi AXA Dental seharga 72 Euro per tahun. Dengan membeli asuransi gigi, harga perawatan gigi bisa lebih murah dari perawatan tanpa asuransi, atau itu harapan gw 😛 .

Sejauh ini si, setelah 5 bulan dengan AXA, cukup memuaskan, bisa bersihin gigi (scaling) gratis, fluorosasi gratis, foto radiografi untuk behel (Radiografi Odontologi dan Ortopantomografia) gratis, dan harga untuk behel mengikuti harga asuransi gigi AXA.

Isu takut2 berikutnya, kita lanjutkan dengan riset dunia ortodoncia. Gw melakukan riset/pembandingan ke 3 klinik gigi berbeda di Barcelona, harga di Indonesia atau di tempat lain di Eropa bisa lebih murah/lebih mahal.

  1. Oris Clinica Dental

Klinik ini cantik dan webnya bagus. Dokter ortodoncia-nya masih muda, dan karena masih muda jadi curiga dia belum banyak ‘jam terbang’. Dia merekomendasikan Invisalign, bahkan mbak resepsionisnya disana juga pakai Invisalign.

Apa itu Invisalign? Invisalign adalah ortodoncia model terbaru yang menggunakan semacam plastik (mirip retainer) untuk merapikan gigi. Berikut gw kutip dari websitenya.

Invisalign aligners are the clear alternative to metal braces for adults, kids and teens. These clear aligners are the virtually invisible way to improve your smile.

invisalign-richmond-hill.jpg

Invisalign, gambar dari sini

Awal-awal gw sangat tertarik dengan Invisalign.  Karena secara gw sudah tidak muda lagi, dan baru punya duit untuk pasang behel sekarang (hihi), jadi pengennya bisa merapikan gigi dengan cara yang tidak mencolok. Tapi setelah membaca review-review pengguna Invisalign, banyak juga yang hasilnya tidak memuaskan dan akhirnya harus pakai behel juga untuk merapikan gigi dan bayarnya dobel, akhirnya ya gw koq males Invisalign, mending langsung ke behel aja, hemat uang, usaha, dan terutama waktu, ya ngga? Mungkin kalau kasusnya ringan, cocok pakai Invisalign, kalau kasus gw yang medium-berat (hiks), ya mari ngebehel aja, hehe.

Karena banyak website hanya menampilkan kelebihan Invisalign, berikut ini kekurangan Invisalign:

  • tidak semua bisa jadi kandidat Invisalign, Invisalign hanya untuk kasus-kasus ringan, contohnya orang-orang yang dulu udah pernah pakai behel tapi lupa/jarang pakai retainer
  • butuh waktu setidaknya sebulan dari awal studi sampai Invisalign-nya datang, jadi sayang juga sebulan ngga ngapa2in
  • Invisalign kurang bisa membuat lengkung senyum yang menarik
  • nggak bisa makan dengan Invisalign, kekurangan untuk tukang makan kaya gw 😛
  • Invisalign dan saliva line, iyuh…

Kekurang Invisalign juga bisa dibaca disini (bahasa inggris).

Harga dari klinik : 4000 Euro termasuk studi gigi, Invisalign 2 tahun, retainer, dan bersihin gigi selama perawatan.

  1. Clinica Dental Davos

Kesini karena deket banget dengan tempat kerja, cuma 10 menit jalan kaki :). Kliniknya ngga begitu cantik, tapi ngga masalah si. Dokter2nya sangat to the point, sekali ketemu langsung dapet quotation harga.

brackets-esteticos-021.jpg

Behel Estetik, gambar dari sini

Klinik ini merekomendasikan behel konvensional estetik. Keunggulan behel estetik udah jelas lah ya, warnanya putih/transparan jadi ngga mencolok kalo pakai behel,

Harga: 2855 Euro termasuk studi gigi, behel estetika atas bawah, kunjungan dokter 30 bulan, retainer fix bawah, retainer essix (transparan) untuk bagian atas. Harga behelnya mengikuti harga AXA dental, tapi harga retainernyya engga e, hehe.

Kekurangan behel estetik:

  • karet mudah ternoda oleh makanan minuman berwarna seperti mustard, kari, kopi, anggur merah, dll
  • material estetika tidak bisa menanggung tekanan sebesar metal (astaga  ini koq engineer banget! :P)
  1. Clinica Dental Medina

Klinik ini lokasinya di l’Hospitalet, agak2 keluar dari Kota Barcelona, ibaratnya pinggiran kota d. Karena pinggiran, logikanya sewa tempat untuk bikin klinik lebih murah, dan harga behel juga.

Kliniknya bagus dan lokasinya mudah dijangkau naik kereta dari tempat kerja gw :). Dokter gigi disana, giginya bagus banget, terpana gw melihatnya. Sekarang bawaannya jadi suka ngelihatin gigi orang terus, hehe. Resepsionisnya baikk banget, namanya Eva dan dia sampe kenal nama dengan gw, jadi seneng (walopun gw ngomong pake Katalan belepotan sama dia).

Klinik ini tidak se-to-the-point klinik sebelumnya yang langsung ngasih quotation harga. Disini dokternya minta kita mulai studi dulu sebelum kasih harga. Jadilah gw memulai radiografi gigi (ditanggung AXA), membuat cetakan gigi dan foto gigi oleh Clinica Medina.

Diagnosa mereka: gigi gw overbite, overcrowding dan malocclusion (gigitannya kurang lurus). Sesudahmemberi diagnosa, barulah mereka merekomendasikan behel autoligable (Damon) untuk menangani kasus gw.

Keunggulan behel Damon adalah ngga pakai karet jadi ngga usah gonta-ganti karet dan ga usah takut ternoda/kotor karetnya. Behel ini mengklaim karena tidak pakai karet, friksinya lebih rendah, walaupun menurut gw, kalo giginya mau dirapikan, pasti ya diberikan tekanan, entah oleh karet atau oleh behel autoligable, jadi gigi ya tetap sakit, no pain no gain! 😉

choose-typodont-teeth

Behel Damon (Clear diatas, Metal dibawah), sumber

Behel Damon ada pilihan metal, dan pilihan bening (Clear). Tapi ya, yang Clear ini harganya muahal! Gw tau si bakal lebih mahal, tapi ngga nyangka beda harganya jauh, yaitu 410 Euro kalo mau upgrade dari Damon Metal ke Damon Clear. Selain itu, kekurangan Damon Clear adalah ukurannya agak lebih besar daripada Damon Metal.

Harga: 2855 Euro termasuk Damon Metal atas bawah, kunjungan dokter 35 bulan, Retainer fixed atas bawah, Retainer transparan (Essix) atas bawah, cabut gigi 3 buah, boks ortodoncia. Kalau mau Damon Clear, nambah 410 Euro per arch gigi.

Video berikut meringkas keunggulan-keunggulan Behel Damon.

Overall, inilah ringkasan perawatan ortodoncia diatas:

image-3

 


Gw tertarik sekali dengan Damon Clear ini, karena ngga ada karet jadi ngga gampang ternoda makanan. Secara gw tukang makan, dan pencinta kari, rendang, kopi dan wine, hehe. Maju mundur, baca-baca sana-sini, akhirnya pilihan jatuh ke Damon Clear bagian atas, dan Damon metal bagian bawah, toh yang bawah kalau senyum juga nggak kelihatan, hehe.

Jadii, gw sudah mem-booking janji bertemu dengan dokter gigi di klinik ini untuk pasang behel minggu depan, excited and nervous at the same time! 😛

Karena gigi gw termasuk overcrowded, jadi dibutuhkan pencabutan gigi terutama jika menggunakan behel konvensional.Dokter yang di Klinik Medina dengan behel Damon memberikan pilihan untuk dicabut atau engga, tapi katanya kalau ngga dicabut, gigi gw bisa rata si, tapi akan tambah maju (nah lho, nanti gw bisa saingan sama Bokir!). Jadi gw bilanglah, gw rela gigi gw dicabut, hehe.

Pencabutan dalam kasus gw akan dilakukan sesudah pasang behel. Kalo yang gw baca-baca si supaya giginya goyang dulu (kalo pake behel, giginya akan goyang awal2), jadi nanti dicabutnya lebih mudah. Pencabutan ini gratis lho, ditanggung sama asuransi Axa, untung kan gw pake asuransi 😉 #cheapskate.

Total jendral, harga yang akan gw bayar adalah 2855 + 410 Euro = 3265 Euro. Mahal yak,makanya ngga usah dikonversi ke rupiah, bikin shock, hahaha. Tapi demi posisi gigi dan gigitan (bite) yang baik, supaya gigi gw tahan lama, kuat dan sehat, yeay!

Nanti ketika behel sudah dipasang, kalau ada waktu, gw akan update post tentang behel dan perkembangannya. Semangat! 🙂